Tentara
Electricity
Capt. Srikandi, jelita berusia 20 tahun yang pangkatnya baru saja naik setelah sebelumnya mengabdi sebagai Letnan Satu. Karirnya di militer berjalan mulus dikarenakan ia diketahui sudah aktif membela negara sejak zaman penjajahan. Saat itu ia yang masih kecil memang tidak terlibat langsung dalam pertempuran, namun bukan berarti gadis kecil itu tidak melakukan apa-apa. Srikandi kecil berlarian ditengah gemuruh konflik sambil membawakan barang maupun surat dari para pejuang yang ditujukan untuk pejuang lain ataupun keluarganya, terlebih apabila komunikasi nirkabel terganggu. Di dalam kehidupan penuh ketegangan itulah Srikandi pertama kali jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada seorang tentara anak yang tidak jauh berbeda darinya. Mereka berjanji akan terus bersama, lantas menikah di saat Negara telah merdeka. Sayangnya, di penghujung mendekati kemerdekaan kekasihnya terbunuh dalam perlawanan. Menghapuskan semua mimpi yang pernah ada. Srikandi yang telah kehilangannya separuh hatinya, melanjutkan hidupnya sebagai tentara. Berharap bisa membuat dunia damai seperti yang pernah ia dan kekasihnya impikan. Disaat bertugas melawan sisa sisa tentara musuh, ia menyadari bahwa kekasihnya tidak pernah meninggalkan dirinya. Jiwanya ada bersamanya.