Jimmy lahir bersama saudara kembarnya, Brian Hartanto di ujung Utara wilayah Kahaya sebelum perang menghancurkan segalanya. Ketika perang meletus, keduanya kehilangan orang tua mereka dalam serangan yang menghancurkan kota. Berdua, mereka berjuang melewati masa-masa sulit, saling melindungi dan menguatkan.
Ketika perang akhirnya usai, keduanya kembali ke kota mereka yang hancur, mereka berdua berusaha membangun kembali kehidupan mereka.
Brian diangkat menjadi hakim muda di wilayah tersebut, memimpin sidang yang menyasar kejahatan perang dan tindak pidana yang tumbuh subur di masa konflik. Sementara itu, Jimmy membuka kantor kecil, memberikan nasihat hukum kepada orang-orang yang kehilangan segalanya.
Namun, optimisme itu tidak bertahan lama. Tugas Brian sebagai hakim menarik perhatian pihak-pihak yang ingin memanipulasi sistem hukum demi keuntungan pribadi. Salah satu kasus besar yang ditanganinya melibatkan pejabat tinggi dan sindikat kriminal yang terlibat dalam perdagangan manusia, penyelundupan barang ilegal, dan penggelapan sumber daya pasca perang. Brian, yang tak tergoyahkan oleh ancaman, terus mengejar kebenaran di pengadilan.
Suatu malam, Brian tidak kembali ke rumah. Pria hitam misterius membawanya pergi tanpa jejak. Jimmy, yang menyadari hilangnya saudara kembarnya, menggunakan semua koneksi dan keahliannya untuk mencarinya, melibatkan polisi, tentara, dan bahkan menghubungi kontak-kontak bayangannya. Namun, semua upaya itu tidak membuahkan hasil.
Seminggu kemudian, Jimmy menerima sebuah paket tanpa nama. Di dalamnya terdapat catatan dengan tulisan singkat: “Ini adalah akhir untuk siapa pun yang melawan kami.” Bersama catatan itu, ditemukan barang pribadi Brian—sebuah jam saku tua, barang yang Jimmy berikan sebagai hadiah ulang tahun sebelumnya.
Kematian Brian tidak pernah dikonfirmasi, Kehilangan itu membuat Jimmy cukup terpuruk, namun ia tidak akan membiarkan dirinya hancur.