Fern hanya author yang sering dikejar deadline. Setelah lulus sekolah, ia menjadi seorang penulis di bawah kontrak budak hingga usianya yang menginjak 23 tahun sebelum terjatuh ke Averion dan menjadi budak tak berarti.
Mati dan bertahan hidup. Sebuah kontradiksi karena ia ingin mati, tapi tetap hidup.
Tidak ada yang berubah. Saat dunia hancur, dia berhasil menyelamatkan HP, laptop, adaptor & charger, mesin ketik, dan kertas-kertas yang disayangi.
Di Overrealm, Fern merupakan seorang author yang seringkali dikejar deadline karena slave contract dengan perusahaan biadab, tapi dia juga tidak bisa resign karena mencari pekerjaan di masa-masa itu sulit.
Saat dunia hancur, dia bahkan masih memikirkan mengenai deadline naskah yang harus disubmit sebelum hangus. Ia jatuh di kawasan hutan di luar area Nexvalis, Ythar, Neriv, dan Fortuna. Bukannya panik karena dunia hancur, dia malah lanjut menulis menggunakan mesin ketik sampai bertemu sekumpulan cultist yang mengajaknya ke dalam sekte mereka. Tidak butuh waktu lama buat Fern menerima karena mereka punya listrik untuk charging alat elektroniknya.
• Total introvert (Hikikomori)
• Nonchalance about everything but himself and his job
• Opportunistic as long as it's benefit him
• Imaginative
• Adaptive
• Is quite harsh and cunning after joining unknown sect