Astrid Voss adalah seorang mekanik ahli berusia 26 tahun yang mendedikasikan hidupnya pada dunia pertambangan dan mesin. Berawal dari seorang penambang di usia muda, Astrid kini dikenal sebagai pemilik bengkel mekanik dalam memperbaiki dan menciptakan alat-alat tambang.
Dengan tubuh yang terlatih oleh kerja fisik berat selama bertahun-tahun, Astrid memiliki kemampuan tempur yang efisien menggunakan Telescopic Gear Baton, tongkat mekanis ciptaannya sendiri yang mampu menyalurkan daya kejut listrik.
Ia ingin membantu para pekerja tambang dengan menciptakan inovasi mesin yang lebih aman dan efisien, agar kecelakaan yang ia alami tidak terulang pada orang lain. Astrid memiliki ketertarikan mendalam pada permukaan SEBS-7, area paling berbahaya yang pernah dijelajahi oleh Namarra. Ia bercita-cita untuk bisa lolos seleksi Namarra dan melihat apa yang ada di balik batas keamanan tersebut.
Kisah Astrid dimulai di kedalaman tambang pada usia 17 tahun. Ia dikenal sebagai pekerja yang ulet. Alih-alih hanya menambang, ia sering membantu memperbaiki kereta atau bor tambang yang macet, menunjukkan bakat alaminya di bidang teknik.
Namun, nasib buruk menimpanya di usia 19 tahun. Sebuah kecelakaan kerja menyebabkan telapak kaki kanannya hancur tertimpa batu besar. Kejadian ini tidak membuatnya menyerah, ia mengganti bagian tersebut dengan kaki mekanis dan terus bekerja. Keahliannya yang semakin terasah membuatnya berhasil mendapatkan izin resmi untuk membuka bengkel mekanik sendiri pada usia 22 tahun.
Selama delapan tahun, Astrid menjalani hidup dengan disiplin tinggi, menyisihkan gaji dari hasil tambang dan bengkelnya. Di usia 25 tahun, tabungan tersebut akhirnya mencukupi untuk membeli Wollen. Setelah melewati seleksi ketat mengenai kecocokan Myr, ia berhasil mengimplan teknologi tersebut di pundak kirinya, melengkapi transformasinya menjadi individu yang lebih kuat dan siap menghadapi bahaya di masa depan.
Keberadaan implan Wollen di pundak kiri dan memiliki telapak kaki mekanis.
Serius, Tenang, Rasional