Putra sulung dari sepasang bangsawan Artagnan. Diyakini sebagai pewaris selanjutnya dari Henbert Artagnan. Sosok yang ambisius dan pintar, di umur-nya yang masih muda telah memberikan kontribusi yang besar pada wilayahnya. Dialah sosok yang menjadi suksesnya bisnis Artagnan, seperti membuka arena balap kuda dan beberapa pub terkenal.
Di pandangan sosial, dia adalah sosok yang baik dan tegas. Kharisma yang dikeluarkan membuatnya dihormati. Tapi dilingkungan keluarga, dia adalah sosok yang kolot tapi penyayang, tidak akan ada yang mengira sisinya yang satu ini.
Meskipun begitu, dia masih memiliki kekurangan. Seperti suka mengabaikan peraturan dan memilih pilihannya sendiri, itulah yang membuatnya tidak tertarik dengan warisan Artagnan.
Henbert Artagnan yang merasa kecewa, dengan berat hati memasukkannya ke sebuah Akademi. Terdengar seperti pengusiran karena sikap keduanya mulai tidak terkendali, begitu pandangan rakyat terhadap keributan yang ada.
Dia tau maksud Ayahnya, tanpa memperdulikan pandangan rakyat terhadapnya pergi dengan pasti. Ayahnya telah memberikan kepercayaan untuk mewakili keluarga mereka. Masih ada kepercayaan yang diberikan untuknya.