Terlahir dari kalangan bangsawan Artagnan, Christine dikenal sebagai putri yang tomboi dan gemar menikmati wine. Walaupun penampilannya terlihat cukup gemulai, ia sangat serius dalam menjalankan tugasnya sebagai kesatria, meski terkadang ia tetap mencuri kesempatan untuk membolos jika ada peluang.
Sifat ini muncul akibat tekanan orang tuanya yang selalu memaksakan kehendak. Puncaknya terjadi saat ia akan dijodohkan secara paksa dengan keluarga bangsawan lain pada usia 20 tahun. Demi menghindari perjodohan tersebut, Christine memutuskan untuk mengabdi sebagai kesatria Artagnan.
Pada saat yang sama, kegemarannya terhadap wine bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Awalnya, ia hanya mencari cara untuk meredam kebisingan dari tuntutan orang tuanya yang ia anggap mengganggu.
Kini, Christine bekerja sebagai kesatria pelindung keluarga Artagnan. Dedikasinya dalam menggagalkan berbagai pemberontakan serta serangan menjadikannya sosok yang sangat dipercaya. Karena reputasi tersebut, Henbert Artagnan merekomendasikannya untuk menyandang gelar atas nama Viscount guna mewakili negara setelah mencapai kesepakatan dengan sang Raja.
Di mata Henbert, Christine adalah kesatria yang matang dan dewasa. Ia diyakini mampu menjamin keamanan keturunan Artagnan di tengah situasi yang tidak menentu atau misi yang mendesak. Selain itu, Christine diharapkan dapat menjadi sosok yang membanggakan dengan memanfaatkan kesempatan untuk belajar di tanah asing.