Ini bukan OC, tapi Armin Arlert versi bootleg, dari semesta lain.
“When people are faced with a situation they don't understand, it's easy for fear to take hold.”
Alder merupakan salah satu karakter pendukung di alam semesta The Primodial. Ia adalah salah satu anggota kepolisian yang tinggal di Primodia.
Sebagai seorang pemuda yang sedang berada di awal usia 20 tahun, Adler memiliki tujuan untuk meningkatkan karirnya sambil menikmati masa mudanya. Sebagai seorang polisi, Adler bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di Primodia. Sebagai seorang individu yang mengakui keberadaan moral dan hidup dalam masyarakat, Adler bertujuan untuk bisa berbuat baik dan berkontribusi terhadap masyarakat.
Adler lahir dengan keadaan yang sangat berbeda dari sesama Aero. Tubuhnya lemah dan rapuh, sebuah kontras mencolok dengan kekuatan fisik yang dimiliki oleh rasnya. Kondisinya yang unik ini membuat Adler menjadi pusat perhatian di Primodial, tetapi bukan dalam arti yang baik. Ia sering menjadi sasaran perundungan dan ejekan dari mereka yang merasa Adler tidak memenuhi standar fisik yang diharapkan dari seorang Aero. Hal tersebut membuat Alder memiliki masalah dengan kepercayaan dirinya, tapi juga menumbuhkan tekad untuk membuktikan diri, yang ia lakukan dengan cara bergabung dengan kepolisian. Adapun alasan lainnya bergabung dengan kepolisian, agar ia bisa menggunakan kekuatannya dengan leluasa, mengingat kekuatannya hanya bisa diterapkan pada senjata api dan izin kepemilikan dan penggunaan senjata api hanya diberikan pada orang-orang dengan profesi tertentu.
Adler berperawakan sedang, rambutnya berwarna pirang dan matanya berwarna biru.
Adler digambarkan sebagai seorang yang berkepala dingin. Ia mampu menjaga ketenangannya di bawah tekanan, membuatnya menjadi sosok yang bisa diandalkan dalam saat-saat genting. Selain itu Adler juga digambarkan sebagai seorang yang memiliki kemampuan analisis yang tajam. Ia mampu melihat situasi dari berbagai sudut pandang dan menggali informasi yang mendalam sebelum mengambil keputusan. Namun dibalik itu semua, Adler menghadapi masalah kepercayaan diri. Ia sering meragukan kemampuannya sendiri, merasa bahwa dirinya tidak cukup baik atau kompeten. Meski begitu, setelah ia diterima sebagai polisi, Adler mulai mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.
Kemampuan ini memungkinkan Adler untuk membuat dan memanipulasi balistik, ilmu mekanika yang berhubungan dengan gerak, peluncuran, penerbangan, perilaku, dan efek proyektil, terutama peluru, bom gravitasi, roket, rudal. Kekuatan ini juga memungkikan Adler untuk dapat mengontrol lintasan proyektil, gaya yang bekerja pada proyektil, dan dampak proyektil pada target.